Read More

Slide 1 Title Here

My Hobby Is Photography
Read More

Slide 2 Title Here

Slide 2 Description Here
Read More

Slide 3 Title Here

Slide 3 Description Here
Read More

Slide 4 Title Here

Slide 4 Description Here
Read More

Slide 5 Title Here

Slide 5 Description Here

Minggu, 03 Maret 2013

Rene Descartes



Di desa La Haye-lah tahun 1596 lahir jabang bayi Rene Descartes (1596-1650), filosof, ilmuwan, matematikus Perancis yang tersohor. Waktu mudanya dia sekolah Yesuit, College La Fleche. Begitu umur dua puluh dia dapat gelar ahli hukum dari Universitas Poitiers walau tidak pernah mempraktekkan ilmunya samasekali. Meskipun Descartes peroleh pendidikan baik, tetapi dia yakin betul tak ada ilmu apa pun yang bisa dipercaya tanpa matematik. Karena itu, bukannya dia meneruskan pendidikan formalnya, melainkan ambil keputusan kelana keliling Eropa dan melihat dunia dengan mata kepala sendiri. Berkat dasarnya berasal dari keluarga berada, mungkinlah dia mengembara kian kemari dengan leluasa dan longgar. Tak ada persoalan duit.

Dari tahun 1616 hingga 1628, Descartes betul-betul melompat ke sana kemari, dari satu negeri ke negeri lain. Dia masuk tiga dinas ketentaraan yang berbeda-beda (Belanda, Bavaria dan Honggaria), walaupun tampaknya dia tidak pernah ikut bertempur samasekali. Dikunjungi pula Italia, Polandia, Denmark dan negeri-negeri lainnya. Dalam tahun-tahun ini, dia menghimpun apa saja yang dianggapnya merupakan metode umum untuk menemukan kebenaran. Ketika umurnya tiga puluh dua tahun, Descartes memutuskan menggunakan metodenya dalam suatu percobaan membangun gambaran dunia yang sesungguhnya. Dia lantas menetap di Negeri Belanda dan tinggal di sana selama tidak kurang dari dua puluh satu tahun. (Dipilihnya Negeri Belanda karena negeri itu dianggapnya menyediakan kebebasan intelektual yang lebih besar ketimbang lain-lain negeri, dan karena dia ingin menjauhkan diri dari Paris yang kehidupan sosialnya tidak memberikan ketenangan cukup).

Sekitar tahun 1629 ditulisnya Rules for the Direction of the Mind buku yang memberikan garis-garis besar metodenya. Tetapi, buku ini tidak komplit dan tampaknya ia tidak berniat menerbitkannya. Diterbitkan untuk pertama kalinya lebih dari lima puluh tahun sesudah Descartes tiada. Dari tahun 1630 sampai 1634, Descartes menggunakan metodenya dalam penelitian ilmiah. Untuk mempelajari lebih mendalam tentang anatomi dan fisiologi, dia melakukan penjajagan secara terpisah-pisah. Dia bergumul dalam bidang-bidang yang berdiri sendiri seperti optik, meteorologi, matematik dan pelbagai cabang ilmu lainnya.

Menjadi keinginan Descartes sendiri mempersembahkan hasil-hasil penyelidikan ilmiahnya dalam buku yang disebut Le Monde (Dunia). Tetapi, di tahun 1633, tatkala buku itu hampir rampung, dia dengan penguasa gereja di Italia mengutuk Galileo karena menyokong teori Copernicus bahwa dunia ini sebenarnya bulat, bukannya datar, dan bumi itu berputar mengitari matahari, bukan sebaliknya. Meskipun di Negeri Belanda dia tidak berada di bawah kekuasaan gereja Katolik, toh dia berkeputusan berhati-hati untuk tidak menerbitkan bukunya walau dia pun sebenarnya sepakat dengan teori Copernicus. Sebagai gantinya, di tahun 1637 dia menerbitkan bukunya yang masyhur Discourse on the Method for Properly Guiding the Reason and Finding Truth in the Sciences (biasanya diringkas saja Discourse on Method).

Discourse ditulis dalam bahasa Perancis dan bukan Latin sehingga semua kalangan intelegensia dapat membacanya, termasuk mereka yang tak peroleh pendidikan klasik. Sebagai tambahan Discourse ada tiga esai.

Didalamnya Descartes menyuguhkan contoh-contoh penemuan-penemuan yang telah dilakukannya dengan menggunakan metode itu. Tambahan pertamanya Optics, Descartes menjelaskan hukum pelengkungan cahaya (yang sesungguhnya sudah ditemukan oleh Willebord Snell). Dia juga mempersoalkan masalah lensa dan pelbagai alat-alat optik, melukiskan fungsi mata dan pelbagai kelainan-kelainannya serta menggambarkan teori cahaya yang hakekatnya versi pemula dari teori gelombang yang belakangan dirumuskan oleh Christiaan Huygens. Tambahan keduanya terdiri dari perbincangan ihwal meteorologi, Descartes membicarakan soal awan, hujan, angin, serta penjelasan yang tepat mengenai pelangi. Dia mengeluarkan sanggahan terhadap pendapat bahwa panas terdiri dari cairan yang tak tampak oleh mata, dan dengan tepat dia menyimpulkan bahwa panas adalah suatu bentuk dari gerakan intern. (Tetapi, pendapat ini telah ditemukan lebih dulu oleh Francis Bacon dan orang-orang lain). Tambahan ketiga Geometri, dia mempersembahkan sumbangan yang paling penting dari kesemua yang disebut di atas, yaitu penemuannya tentang geometri analitis. Ini merupakan langkah kemajuan besar di bidang matematika, dan menyediakan jalan buat Newton menemukan Kalkulus.

Mungkin, bagian paling menarik dari filosofi Descartes adalah caranya dia memulai sesuatu. Meneliti sejumlah besar pendapat-pendapat yang keliru yang umumnya sudah disepakati orang, Descartes berkesimpulan untuk mencari kebenaran sejati dia mesti mulai melakukan langkah yang polos dan jernih. Untuk itu, dia mulai dengan cara meragukan apa saja, apa saja yang dikatakan gurunya. Meragukan kepercayaan meragukan pendapat yang sudah berlaku, meragukan eksistensi alam di luar dunia, bahkan meragukan eksistensinya sendiri. Pokoknya, meragukan segala-galanya.

Ini keruan saja membuat dia menghadapi masalah yang menghadang: apakah mungkin mengatasi pemecahan atas keraguan yang begitu universal, dan apakah mungkin menemukan pengetahuan yang bisa dipercaya mengenai segala-galanya? Tetapi, lewat alasan-alasan metafisika yang cerdik, dia mampu memuaskan dirinya sendiri bahwa dia sebenarnya "ada" ("Saya berpikir, karena itu saya ada"), dan Tuhan itu ada serta alam di luar dunia pun ada. Ini merupakan langkah pertama dari teori Descartes.

Makna penting teori Descartes punya nilai
ganda. Pertama, dia meletakkan pusat sistem filosofinya persoalan epistomologis yang fundamental, "Apakah asal-muasalnya pengetahuan manusia itu?" para filosof terdahulu sudah mencoba melukiskan gambaran dunia. Descartes mengajar kita bahwa pertanyaan macam itu tidak bisa memberi jawab yang memuaskan kecuali bila dikaitkan dengan pertanyaan "Bagaimana saya tahu?"

Kedua, Descartes menganjurkan kita harus berangkat bukan dengan kepercayaan, melainkan dengan keraguan. (Ini merupakan kebalikan sepenuhnya dari sikap St. Augustine, dan umumnya teolog abad tengah bahwa kepercayaan harus didahulukan). Memang benar Descartes kemudian meneruskan dan sampai pada kesimpulan teologis yang ortodoks, tetapi para pembacanya lebih tertarik dan menaruh perhatian lebih besar kepada metode yang dikembangkannya ketimbang kongklusi yang ditariknya. (Ketakutan gereja bahwa tulisan-tulisan Descartes akhirnya akan menjadi bahaya, jelas sekali).

Dalam filosofinya, Descartes menekankan beda nyata antara pikiran dan obyek material, dan dalam hubungan ini dia membela dualisme. Perbedaan ini telah dibuat sebelumnya, tetapi tulisan-tulisan Descartes menggalakkan perbincangan filosofis tentang masalah itu. Permasalahan yang dikemukakannya menarik para filosof sejak itu dan tetap tak terpecahkan.

Pengaruh besar lain dari konsepsi Descartes adalah tentang fisik alam semesta. Dia yakin, seluruh alam --kecuali Tuhan dan jiwa manusia-- bekerja secara mekanis, dan karena itu semua peristiwa alami dapat dijelaskan secara dan dari sebab-musabab mekanis. Atas dasar ini dia menolak anggapan-anggapan astrologi, magis dan lain-lain ketahayulan. Berarti, dia pun menolak semua penjelasan kejadian secara teleologis. (Yakni, dia mencari sebab-sebab mekanis secara langsung dan menolak anggapan bahwa kejadian itu terjadi untuk sesuatu tujuan final yang jauh). Dari pandangan Descartes semua makhluk pada hakekatnya merupakan mesin yang ruwet, dan tubuh manusia pun tunduk pada hukum mekanis yang biasa. Pendapat ini sejak saat itu menjadi salah satu ide fundamental fisiologi modern.

Descartes menggandrungi penyelidikan ilmiah dan dia percaya bahwa penggunaan praktisnya dapat bermanfaat bagi masyarakat. Dia pikir, para ilmuwan harus menjauhi pendapat-pendapat yang semu dan harus berusaha menjabarkan dunia secara matematis. Semua ini kedengarannya modern. Tetapi, Descartes, melalui pengamatannya sendiri tak pernah bersungguh-sungguh menekankan arti penting ruwetnya percobaan-percobaan metode ilmiah.

Filosof Inggris yang masyhur, Francis Bacon, telah menyatakan perlunya penyelidikan ilmiah dan keuntungan yang bisa diharapkan dari sana beberapa tahun sebelum Descartes. Dan argumen yang terkenal Descartes yang berbunyi "saya berfikir, karena itu saya ada," bukanlah pendapatnya yang orisinal. Itu sudah pernah dikemukakan lebih dari 1200 tahun sebelumnya (walau dalam kalimat yang berbeda tentu saja) oleh St. Augustine. Hal serupa juga mengenai "pembuktian" Descartes tentang adanya Tuhan hanyalah variasi dari pendapat ontologis yang pertama kali diucapkan oleh St. Anselm (1033-1109).

Di tahun 1641 Descartes menerbitkan bukunya yang masyhur Meditations. Dan bukunya Principles of philosophy muncul tahun 1644. Ke dua buku itu aslinya ditulis dalam bahasa Latin dan terjemahan Perancisnya terbit tahun 1647.

Meskipun Descartes seorang penulis yang lincah dengan gaya prosanya yang manis, nada tulisannya terasa kuno. Betul-betul dia tampak (mungkin akibat pendekatannya yang rasional, dia seperti cendikiawan abad tengah. Sebaliknya Francis Bacon, walau dilahirkan tiga puluh lima tahun sebelum Descartes, nada tulisannya modern).

Tergambar jelas dalam tulisan-tulisannya, Descartes seorang yang teguh kepercayaannya tentang adanya Tuhan. Dia menganggap dirinya seorang Katolik yang patuh; tetapi gereja Katolik tidak menyukai pandangan-pandangannya, dan hasil karyanya digolongkan ke dalam "index" buku-buku yang terlarang dibaca. Bahkan di kalangan Protestan Negeri Belanda (waktu itu mungkin negeri yang paling toleran di Eropa), Descartes dituduh seorang atheist dan menghadapi kesulitan dengan penguasa.

Tahun 1649 Descartes menerima tawaran bantuan keuangan yang lumayan dari Ratu Christina, Swedia, agar datang ke negerinya dan menjadi guru pribadinya. Descartes amat kecewa ketika dia tahu sang Ratu ingin diajar pada jam lima pagi! Dia khawatir udara pagi yang dingin bisa membikinnya mati. Dan ternyata betul: dia kena pneumonia, meninggal bulan Februari 1650, cuma empat bulan sesudah sampai di Swedia.

Descartes tak pernah kawin, tetapi punya seorang anak perempuan yang sayang mati muda.

Filosofi Descartes dikritik pedas oleh banyak filosof sejamannya, sebagian karena mereka anggap filosofi itu menggunakan alasan yang berputar-putar. Sebagian lagi menunjukkan kekurangan-kekurangan dalam sistemnya. Dan sedikit sekali orang saat ini yang membelanya dengan sepenuh hati. Tetapi, arti penting seorang filosof tidaklah terletak pada kebenaran sistemnya; melainkan pada apakah penting tidaknya ide-idenya, atau apakah ide-idenya ditiru orang dan berpengaruh luas. Dari ukuran ini, sedikitlah keraguan bahwa Descartes memang seorang tokoh yang penting.

Sedikitnya ada lima ide Descartes yang punya pengaruh penting terhadap jalan pikiran Eropa: (a) pandangan mekanisnya mengenai alam semesta; (b) sikapnya yang positif terhadap penjajagan ilmiah; (c) tekanan yang, diletakkannya pada penggunaan matematika dalam ilmu pengetahuan; (d) pembelaannya terhadap dasar awal sikap skeptis; dan (e) penitikpusatan perhatian terhadap epistemologi.

Menyimpulkan arti penting keseluruhan Descartes, saya juga mempertimbangkan penemuan ilmiahnya yang mengesankan, khusus penemuannya tentang geometri analitis. Faktor inilah yang saya jadikan alasan menempatkan Descartes dalam urutan agak lebih tinggi daripada filosof-filosof kenamaan seperti Voltaire, Rousseau, dan Francis Bacon.

Referensi:
Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah
Michael H. Hart, 197
Read More

Pierre de Fermat



Pierre de Fermat (Perancis: [pjɛ ː ʁ dəfɛʁma], 17 [1] Agustus 1601 atau 1607/8 [2] - 12 Januari 1665) adalah seorang pengacara Perancis di Parlement of Toulouse, Perancis, dan seorang matematikawan amatir yang diberikan kredit untuk awal perkembangan yang menyebabkan kalkulus, termasuk teknik nya adequality. Secara khusus, ia diakui untuk penemuan metode asli untuk menemukan yang terbesar dan terkecil dari koordinat garis lengkung, yang analog dengan kalkulus diferensial, maka tidak diketahui, dan penelitian ke nomor teori. Dia membuat kontribusi penting untuk analisis geometri, probabilitas, dan optik. Ia terkenal untuk Teorema Terakhir Fermat, yang digambarkan dalam sebuah catatan di margin salinan dari Diophantus 'Arithmetica.
Isi

    1 Kehidupan dan pekerjaan
        1.1 Kerja
        1.2 Kematian
    2 Penilaian karyanya
    3 Lihat juga
    4 Catatan
        4.1 Buku direferensikan
    5 Bacaan lebih lanjut
    6 Pranala luar

Hidup dan bekerja

Fermat lahir, kemungkinan besar pada bulan November 1607, di Beaumont-de-Lomagne, Tarn-et-Garonne, Perancis, rumah akhir abad ke-15 di mana Fermat lahir sekarang menjadi museum. Dia berasal dari Gascogne. Ayah Fermat adalah seorang pedagang kaya di gandum dan sapi dan tiga kali untuk satu tahun salah satu dari empat konsul dari Beaumont-de-Lomagne. Pierre memiliki saudara dan dua saudara perempuan dan hampir pasti dibesarkan di kota kelahirannya. Ada sedikit bukti tentang sekolahnya pendidikan, tetapi mungkin paling mungkin telah di College de Navarre di Montauban.
Payudara di Salle des Illustres di Capitole de Toulouse

Dia kuliah di University of Orléans dari 1623 dan menerima gelar dalam hukum perdata tahun 1626, sebelum pindah ke Bordeaux. Di Bordeaux ia mulai penelitian pertama matematika serius dan pada tahun 1629 dia memberikan salinan restorasi nya Apollonius De Locis Planis ke salah satu matematikawan sana. Tentu saja di Bordeaux dia kontak dengan Beaugrand dan selama ini ia menghasilkan karya penting pada maxima dan minima yang dia berikan kepada Étienne d'Espagnet yang jelas berbagi minat matematika dengan Fermat. Di sana ia menjadi banyak dipengaruhi oleh karya François Viète.

Pada tahun 1630 dia membeli kantor dewan yang di Parlement de Toulouse, salah satu Pengadilan Tinggi Peradilan di Perancis, dan dilantik oleh Grand Chambre Mei 1631. Dia menduduki jabatan ini selama sisa hidupnya. Fermat sehingga menjadi berhak untuk mengubah nama dari Pierre Fermat untuk Pierre de Fermat. Fasih dalam bahasa Latin, Occitan, klasik Yunani, Italia, dan Spanyol, Fermat dipuji karena syairnya ditulis dalam beberapa bahasa, dan saran nya bersemangat dicari mengenai perbaikan dari teks Yunani.

Dia dikomunikasikan sebagian besar karyanya dalam surat kepada teman-teman, seringkali dengan sedikit atau tidak ada bukti dari theorems. Hal ini memungkinkan dia untuk mempertahankan statusnya sebagai "amatir" sambil mendapatkan pengakuan dia inginkan. Hal ini tentu menimbulkan perselisihan prioritas dengan sezamannya seperti Descartes dan Wallis. Dia mengembangkan hubungan dekat dengan Blaise Pascal [rujukan?] [3].

Anders Hald menulis bahwa, "adalah Dasar matematika Fermat risalah Yunani klasik yang dikombinasikan dengan metode baru yang Vieta aljabar." [4]
Bekerja

Pekerjaan perintis Fermat dalam geometri analitik diedarkan dalam bentuk naskah pada 1636, mendahului penerbitan terkenal Descartes 'La géométrie. Naskah ini diterbitkan secara anumerta pada tahun 1679 di "Varia opera mathematica", seperti Ad Locos Planos et Solidos Isagoge, ("Pengantar Plane dan Loci Padat"). [5]

Dalam Methodus ad disquirendam maximam et minima dan De linearum tangentibus curvarum, Fermat mengembangkan metode untuk menentukan maxima, minima, dan garis singgung kurva berbagai yang setara dengan diferensiasi [6] Dalam karya-karya ini., Fermat memperoleh teknik untuk menemukan pusat gravitasi pesawat berbagai tokoh yang solid, yang menyebabkan pekerjaan lebih lanjut di kuadratur.
Pierre de Fermat

Fermat adalah orang pertama yang diketahui telah mengevaluasi integral dari fungsi kekuasaan umum. Menggunakan trik cerdik, ia mampu mengurangi evaluasi ini dengan jumlah deret geometri. [7] Rumus yang dihasilkan sangat membantu untuk Newton, dan kemudian Leibniz, ketika mereka secara mandiri mengembangkan teorema dasar kalkulus. [Rujukan?]

Dalam teori bilangan, Fermat mempelajari persamaan Pell, nomor yang sempurna, angka damai dan apa yang kemudian akan menjadi Fermat nomor. Itu saat meneliti angka sempurna bahwa ia menemukan teorema kecil. Dia menciptakan metode faktorisasi-faktorisasi Fermat ini metode-serta teknik bukti keturunan tak terbatas, yang ia gunakan untuk membuktikan Teorema Terakhir Fermat untuk kasus n = 4. Fermat mengembangkan teorema dua-square, dan Teorema poligonal, yang menyatakan bahwa setiap angka adalah jumlah dari tiga angka segitiga, persegi empat angka, lima nomor pentagonal, dan sebagainya.

Meskipun Fermat mengklaim telah membuktikan semua teorema aritmatika nya, beberapa catatan dari bukti telah selamat. Banyak matematikawan, termasuk Gauss, meragukan beberapa klaim, terutama mengingat sulitnya beberapa masalah dan alat-alat matematika yang terbatas untuk Fermat. Teorema terkenal terakhir-Nya pertama kali ditemukan oleh anaknya di marjin pada copy ayahnya edisi Diophantus, dan termasuk pernyataan bahwa margin terlalu kecil untuk menyertakan bukti. Dia tidak mau repot-repot untuk menginformasikan bahkan Marin Mersenne itu. Itu tidak terbukti sampai tahun 1994 oleh Sir Andrew Wiles, menggunakan teknik tersedia untuk Fermat.

Meskipun ia dengan hati-hati mempelajari, dan menarik inspirasi dari Diophantus, Fermat memulai sebuah tradisi yang berbeda. Diophantus adalah konten untuk menemukan solusi tunggal untuk persamaan, bahkan jika itu adalah satu pecahan yang tidak diinginkan. Fermat adalah hanya tertarik pada solusi bilangan bulat untuk persamaan Diophantine, dan ia mencari semua solusi umum mungkin. Dia sering membuktikan bahwa persamaan tertentu tidak memiliki solusi, yang biasanya bingung sezamannya.

Melalui korespondensi dengan Pascal pada 1654, Fermat dan Pascal membantu meletakkan dasar fundamental bagi teori probabilitas. Dari kolaborasi singkat tapi produktif pada masalah poin, mereka sekarang dianggap sebagai pendiri bersama teori probabilitas. [8] Fermat dikreditkan dengan melakukan perhitungan probabilitas pertama ketat. Di dalamnya, ia diminta oleh seorang penjudi profesional mengapa jika ia bertaruh pada bergulir setidaknya satu enam empat lemparan dari mati dia menang dalam jangka panjang, sedangkan bertaruh pada melemparkan setidaknya satu ganda-enam dalam 24 lemparan dua dadu menghasilkan di KALAH nya. Fermat kemudian terbukti mengapa ini terjadi matematis. [9]

Prinsip Fermat waktu sedikit (yang ia digunakan untuk menurunkan hukum Snell tahun 1657) adalah prinsip variasional pertama [10] diucapkan dalam fisika sejak Hero dari Alexandria menggambarkan prinsip jarak setidaknya di abad pertama Masehi. Dengan cara ini, Fermat diakui sebagai tokoh penting dalam sejarah perkembangan prinsip dasar tindakan paling dalam fisika. Prinsip Fermat istilah dan Fermat fungsional diberi nama sebagai pengakuan atas peran ini. [11]
Kematian
Plak di tempat pemakaman Pierre de Fermat
Tempat pemakaman Pierre de Fermat di Place Jean Jaures, Castres, Perancis. Terjemahan dari plak: di tempat ini dimakamkan pada tanggal 13 Januari, di tahun 1665 Pierre de Fermat, anggota dewan dari ruang dari Sunting [Parlement of Toulouse] dan matematikawan terkenal besar, dirayakan untuk teorema nya,
an + bn
cn untuk n> 2

Pierre de Fermat meninggal di Castres, Tarn [2] The SMA tertua dan paling bergengsi di Toulouse dinamai menurut namanya:. Lycée Pierre de Fermat. Perancis pematung Théophile Barrau membuat patung marmer bernama Hommage à Pierre Fermat sebagai upeti kepada Fermat, sekarang di Capitole dari Toulouse.
Penilaian karyanya
Holografik akan tulisan tangan oleh Fermat pada 4 Maret 1660 - disimpan di Arsip Departemen Haute-Garonne, di Toulouse

Bersama dengan René Descartes, Fermat adalah salah satu dari dua hebat matematika terkemuka dari paruh pertama abad ke-17. Menurut Peter L. Bernstein, dalam bukunya Against the Gods, Fermat "adalah seorang ahli matematika kekuasaan langka. Ia adalah seorang penemu independen geometri analitik, ia memberikan kontribusi untuk perkembangan awal kalkulus, ia melakukan penelitian pada berat bumi , dan dia bekerja pada pembiasan cahaya dan optik Dalam perjalanan apa yang ternyata menjadi korespondensi diperpanjang dengan Pascal, ia membuat kontribusi yang signifikan terhadap teori probabilitas.. Tapi prestasi puncak Fermat adalah dalam teori angka. "[12 ]

Mengenai pekerjaan Fermat dalam analisis, Isaac Newton menulis bahwa ide sendiri awal tentang kalkulus datang langsung dari [13] "Cara Fermat dari tangents menggambar."

Kerja teori Fermat nomor, abad ke-20 besar matematika André Weil menulis bahwa "... apa yang kita miliki dari metode untuk berurusan dengan kurva dari genus 1 adalah sangat koheren, masih merupakan landasan bagi teori modern kurva tersebut. Ini secara alami jatuh ke dalam dua bagian, yang pertama ... mudah dapat disebut sebagai metode pendakian, berbeda dengan keturunan yang benar dianggap sebagai milik Fermat "[14] Mengenai penggunaan Fermat pendakian, Weil melanjutkan" kebaruan. terdiri dalam penggunaan jauh diperpanjang yang Fermat terbuat dari itu, memberinya setidaknya setara sebagian dari apa yang kita akan mendapatkan dengan menggunakan sistematis sifat kelompok teoritis titik rasional pada kubik standar "[15] Dengan hadiah untuk. Jumlah hubungan dan kemampuannya untuk menemukan bukti bagi banyak theorems, Fermat dasarnya menciptakan teori modern angka.
Read More

Cristian Huygens



Huygens lahir pada 14 April 1629 di Hague, Belanda dari keluarga terpandang. Ayahnya, Constantin Huygens adalah sarjana fisika dan seorang diplomat. Ia berharap anaknya menjadi ilmuwan hebat, sehingga meminta Mersenne dan Descartes, dua ilmuwan terkenal masa itu, untuk memberi kursus pada Huygens muda.

Huygens belajar geometri, mekanika dan kemampuan dalam memainkan alat musik di rumah hingga berusia 16 tahun. Gurunya yang amat berpengaruh adalah Descartes yang berhasil memompa minatnya dalam bidang matematika.

Christiaan Huygens belajar hukum dan matematika di Unversitas Leiden antara tahun 1645 hingga 1647. Van Schooten mengajarinya matematika. Lalu, dari tahun 1647 hingga 1649, Huygens belajar hukum dan matematika. Beruntung, ia belajar matematika pada John Pell. Lalu, berkorespondensi dengan Marsene.

Pada tahun 1649, Huygens pergi ke Denmark sebagai diplomat dan berharap melanjutkan ke Stockholm untuk menjumpai Descartes. Sayangnya, cuaca tidak mendukung.

Mengamati Titan

Karya ilmiah Huygens pertama kali diterbitkan tahun 1651 yaitu Cyclometriae yang membahas tentang lingkaran. Lalu, tahun 1654 ia menghasilkan De Circuli Magnitudine Inventa yang membahas berbagai macam hal persoalan ilmiah.

Ia juga menaruh minat pada pembuatan lensa dan teleskop. Tahun 1654, ia menemukan metode baru pembuatan lensa. Setahun kemudian, ia berhasil mengamati satelit Saturnus yaitu Titan. Lensa yang dikembangkannya di kemudian hari dipakai pula untuk mengamati planet, satelit, dan nebula Orion. Pada tahun itu pula ia pergi ke Paris dan menemui Boulliau yang menyarankannya belajar tentang probabilitas pada Pascal dan Fermat.

Ketika kembali ke Belanda, Huygens menghasilkan karyanya mengenai kalkulus probabilitas, yaitu De Ratiociniis in Ludo Aleae. Selanjutnya, ia menemukan cincin Saturnus, namun berbeda dengan teori tentang cincin Saturnus yang diajukan Roberval dan Boulliau. Galileo beberapa tahun sebelumnya menganggap cincin Saturnus sebagai bagian dari Saturnus.

Di tahun 1659, Huygens menerbitkan karyanya Systema Saturnium yang menjelaskan tahap dan perubahan fase cincin Saturnus. Pengamatan ilmuwan lain yaitu Fabri pada tahun 1665, ternyata membenarkan teori Huygens.

Tahun 1656, ia mematenkan pendulum arloji penemuannya, yang mampu meningkatkan keakuratan pengukuran waktu. Teori mengenai gerak pendulum diungkapkannya dalam Horologium Oscillatorium sive de motu pendulorum (1673). Ia juga menemukan hukum gaya sentrifugal dari gerak
lingkaran seragam.

Tahun 1661, Huygens pergi ke London, untuk mengetahui lebih banyak Lembaga Royal Society yang mengadakan pertemuan di Gresham College. Ia menaruh perhatian yang amat besar pada ilmuwan-ilmuwan Inggris itu, dan terus melakukan kontak setelahnya.

Ia menunjukkan teleskopnya, dan para ilmuwan Inggris mempergunakan teleskop itu. Raja dan Ratu Inggris memakai teleskop itu untuk mengamati Bulan dan Saturnus.

Jam berpendulum

Selama di London, Huygens melihat pompa hampa udara penemuan Boyle, dan ia menggunakannya. Di tahun 1663, Huygens menjadi anggota lembaga ilmiah prestisius Royal Society. Huygens mematenkan rancangan arloji pendulumnya pada tahun yang sama.

Percobaan Huygens tentang tumbukan benda elastik memperlihatkan kesalahan hukum Descartes tentang tumbukan. Tema ini diangkat dalam pertemuan Royal Society pada 1668. Royal Society mengajukan pertanyaan mengenai tumbukan dan Huygens menjawabnya melalui percobaan momentum dua buah benda sebelum tumbukan sama dengan momentum keduanya setelah tumbukan. Jawabannya itu kelak dinamakan Hukum Kekekalan Momentum.

Gerak melingkar menjadi tema penelitian Huygens waktu itu, namun ia juga memikirkan mengenai teori gravitasi Descartes yang berpijak pada materi-materi berputar (yang disebutnya vorteks). Ada yang salah di teori Descartes. Di tahun 1669, huygens mengunjungi Academie membahas masalah ini. Setelah itu, Roberval dan Mariotte me-ngoreksi pandangan Descartes.

Akibat sering bolak-balik Prancis-Belanda, Huygens jatuh sakit pada 1670. Sebelum meninggalkan Paris, Prancis, Huygens berjanji untuk tidak mempublikasikan penelitiannya mengenai mekanika sebelum dikirimkan ke Royal Society.

Tahun 1671, Huygens balik lagi ke Paris. Namun, di tahun 1672, Raja Louis XIV menyerbu Belanda, Huygens melihat posisinya sulit, dan menjadi hal yang amat penting baginya berada di Paris. Ilmuwan Prancis sangat mendukung penelitiannya.

Tahun 1672 Huygens bertemu dengan Leibniz di Paris. Setelah itu Leibniz secara rutin berkunjung ke Academie. Leibniz berhutang budi pada Huygens, karena ia belajar matematika pada Huygens. Di tahun yang sama, Huygens belajar mengenai prinsip kerja teleskop Newton dan cahaya. Ia mencoba mengkritisi teori Newton tentang cahaya terutama tentang warna.

Kini saatnya kita mengenang Huygens. Namanya melambung di wahana antariksa yang diterjunkan di Titan. Satelit Saturnus yang ditemukannya.***

Ref :
http://klipingut.wordpress.com/2008/01/01/christiaan-huygens/

Read More

Goerges Louis Lecrlerc



Georges Louis Leclerc, Comte de Buffon (Montbard, 7 September 1707 - Paris, 16 April 1788) adalah seorang naturalis, ahli botani, ahli matematika, biologi, kosmologi, dan penulis Perancis.

Buffon mencoba untuk merangkum semua pengetahuan manusia tentang alam dalam karyanya Histoire naturelle dalam 44 volume. Pendekatannya mempengaruhi Ensiklopedia Diderot dan begitu pula ide-idenya tentang generasi berikutnya dari naturalis dan khususnya Jean-Baptiste Lamarck, Georges Cuvier dan Charles Darwin.
Indeks

    1 akademik Biografi
    2 Work
        2.1 Geologi
        2.2 Sifat Les époques
        2.3 Biologi
        2,4 Astronomi
        2,5 Matematika
        2,6 Sastra
        2,7 Beberapa publikasi
    3 Singkatan
    4 Referensi
        4.1 Bibliografi
        4.2 Link Eksternal

Akademik Biografi

Lahir di Castle Montbart bersama Semur, pada tahun 1707, dalam sebuah keluarga kaya dan pejabat tinggi. Setelah belajar di sekolah Jesuit dari Dijon, lulus dalam hukum pada tahun 1726. Lebih memilih ilmu, karena ketidakpuasan dari keluarganya, pergi untuk belajar matematika dan botani di Angers (1728). Di sana ia membaca Newton dan juga mengambil kursus di bidang kedokteran, namun, telah membunuh seorang perwira muda berduka Kroasia, terpaksa meninggalkan universitas dan mencari perlindungan di Dijon dan Nantes, di mana ia kembali bertemu dengan Duke of Kingston, seorang bangsawan muda Bahasa Inggris sebagai sarjana perjalanan Europe menghantui nya dengan guru Nathaniel Hickman, mengembangkan persahabatan dekat dengan dia dan memutuskan untuk mengikuti mereka dalam perjalanan mereka, yang membawa mereka ke [[La Rochelle], [Bordeaux]], [Toulouse], Béziers dan [ üMontpellier]] dan kemudian ke Italia ke Turin, Milan, Genoa, Florence]] dan Roma, memanfaatkan untuk mengumpulkan buku dan teori-teori matematika. Sebagai imbalannya, ia terpilih menjadi anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Perancis hanya 27 tahun dan kemudian Keeper of the Royal Gardens (kemudian Jardin des Plantes) di Paris sejak 1739. Kemudian, menghitung tiga puluh dua tahun, memintanya untuk melakukan deskripsi metodis dari koleksi kabinet kerajaan, mendorong dedikasinya kepada Natural History selama empat puluh sembilan tahun hidup yang tersisa padanya, mendistribusikan waktu mereka antara Paris dan Montbart. Selama periode ini taman kerajaan berubah menjadi pusat museum dan penelitian, sangat memperluas taman untuk memasukkan banyak tanaman dan pohon-pohon dari seluruh dunia. Pada tahun 1773 ia dianugerahi gelar Count de Buffon. Dia meninggal di Paris pada 1788.
Bekerja

Karya paling terkenal dari sejarah alam Buffon, umum dan khusus (Histoire naturelle, générale et particulière, 1.749-1.788) disajikan dalam 36 jilid dengan delapan volume tambahan diterbitkan setelah kematiannya (dengan Lacepede). Karya ini mencakup pengetahuan alam sampai saat ini, tidak termasuk tanaman, serangga, ikan dan kerang. Deskripsi hewan yang mungkin tidak ditulis oleh dia, karena ini deskripsi begitu bosan dan sering dipercaya rekan: ia disediakan untuk dirinya ikhtisar besar dan asumsi tentang struktur dunia dan organisasi bertahap dan berturut transformasi dari benda mati atau hidup. The Buffon sebenarnya harus dicari dalam Teori bumi dan pada saat nature.1
Geologi

Buffon mempresentasikan gagasannya tentang Geologi dalam Sejarah dan Teori Bumi, yang diterbitkan pada 1744, sebuah perjanjian yang datang untuk menjadi yang pertama dari sejarah alam. Pidato ini, tidak sangat besar, pengujian terdistribusi diikuti dalam sembilan belas artikel yang merupakan semacam file pembenaran sebagai Buffon membedakan antara teori (fakta sejarah di mana hanya terbukti dan baik mencoba) dan sistem (hipotesis teruji tentang asal-usul) . Dia bermaksud untuk menulis teori saja. Untuk bahan geologi, kekacauan tanah hanya terlihat, karena bumi disimpan sebagai stratifikasi strata atribut ini untuk pekerjaan air, baik laut dan langit, yang, melalui erosi, air laut Membatalkan perintah bertingkat. Penjelasan ini, yang atribut perubahan lanskap untuk pekerjaan eksklusif air, disebut Neptunisme. Namun dari 1745, ketika tanggal pertama dari tes, menambah penjelasan formasi oleh api, atau hipotesis vulkanisme disebut Vulcan. Dia kemudian mengakui bahwa api adalah agen utama transformasi geologi dan luar biasa dikembangkan hipotesis ini dalam époques mereka Nature (1778).
Les époques Alam

Ketika Buffon diterbitkan Les époques Alam (1778) memiliki sudah tujuh puluh satu, sehingga merupakan bukti intelektual dan sintesis dari semua karyanya. Menyatakan pendahuluan yang ingin mencetak perubahan berturut-turut Nature. Set tujuh kali sesuai dengan, monumen fakta dan tradisi:

    Pada yang pertama, soal bola meleleh oleh api dan Bumi mengakuisisi bentuknya, naik di Ekuador dan achataba di kutub karena rotasi.
    Persoalan kedua adalah massa besar konsolidasi dan pembentukan dari vitrescibles bahan.
    Dalam ketiga, laut, meliputi tanah yang sekarang diduduki, memberi makan hewan dengan cangkang moluska atau, yang mayatnya telah membentuk zat berkapur.
    Keempat adalah penarikan lautan yang menutupi benua.
    Dalam kelima, gajah, kuda nil dan hewan lainnya menghuni tanah Utara Selatan.
    Dalam keenam, dua benua yang dipisahkan dan pria itu muncul.
    Pada hari ketujuh, manusia berevolusi.

Sidesteps perangkap yang menawarkan teks-teks agama yang menyatakan bahwa penafsiran Kejadian tidak boleh literal dan enam hari Musa berbicara tepatnya enam kali ditemukan oleh dia. "Kemuliaan sesungguhnya adalah ilmu manusia, kedamaian sejati dan kebahagiaan."
Biologi

    Dalam embriologi, Buffon membela teori epigenetista. Terhadap Buffon preformationism dominan waktu mendalilkan adanya "molekul organik" tubuh primitif dan tidak fana yang merupakan semua makhluk hidup, bergabung dengan "intussusception" di sepanjang embriogenesis.
    Dalam hal konsepsi tubuh, dalam Discours nya sur la Nature des Animaux Buffon membedakan antara bagian-bagian hewan dan tumbuhan hewan, perbedaan yang kemudian dikembangkan oleh Xavier Bichat dan Cuvier: fungsi vegetatif atau organik selalu bertindak dan yang dilakukan oleh organ-organ internal, jantung yang merupakan badan utama, fungsi hewan dilakukan oleh pihak eksternal (organ-organ dan anggota badan). Jadi, orang bisa mengatakan bahwa binatang adalah organ yang kompleks yang memenuhi fungsi vegetatif (asimilasi, pertumbuhan dan reproduksi) ditutupi oleh bungkus yang terdiri anggota tubuh, organ, saraf dan otak, yang akan menjadi pusat paket ini. Hewan mungkin berbeda satu sama lain di bagian eksternal, menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan dalam pengelolaan bagian-bagian internal. Namun, jika organ internal bergerak, bagian luar akan berubah infinitamente.2
    Buffon adalah salah satu eksponen besar dari ide scala naturae. Dengan demikian, Buffon perintah makhluk organik secara bertahap, meskipun gradasi bukan tipe morfologi, namun funcional.3
    Buffon juga percaya pada kesatuan rencana struktural vertebrata. Untuk pertama kalinya, dan bahkan sebagai hipotesis, menjelaskan unit oleh rencana Unit origin.4
    Buffon menyangkal objektivitas sistematis, terutama Linnaean, yang menganggap benar-benar buatan. Namun, mengusulkan konsep spesies yang sangat dekat dengan konsep biologi modern, berdasarkan kelanggengan karakter seluruh generasi dan kemustahilan memperoleh keturunan subur dari dua spesies yang berbeda. Menurut Buffon, kesenjangan antara spesies adalah diskontinuitas hanya ditampilkan oleh Alam.
    Buffon transformism terbatas dalam spesies. Sementara Buffon berspekulasi tentang kemungkinan jenis asli dari yang telah turun sisa hewan dengan transformasi morfologi, akhirnya menolak hipotesis ini didasarkan pada keteguhan dari spesies dan hibrida infertilitas. Tesis bahwa Buffon adalah seorang evolusionis yang dikoreksi pendapat mereka karena takut Gereja, dan tidak diterima oleh salah satu ahli dalam karya Buffon. Sebagai catatan Russell, 5 transformist Buffon membantah kemungkinan dengan menarik dengan kriteria rasional ketimbang tindakan iman: Bagaimana bisa terjadi bahwa dua orang 'merosot' dalam arah yang sama? Bagaimana kita menemukan link penengah antara spesies? Untuk Buffon, yang "degenerasi" telah mempengaruhi hanya jenis asli dari spesies khususnya pengaruh iklim. Namun, pertanyaannya dari catatan mutlak spesies, refleksi mereka tentang sejarah bumi, kesuburan hibrida, peran lingkungan dan biogeografi, membuka jalan untuk biologi lamarckiana.6
    Dalam anatomi perbandingan, karyanya menonjol untuk pengamatan rinci, namun menawarkan program penelitian yang menunjukkan pengaruh yang kuat. Di satu sisi, menekankan pentingnya studi tentang struktur internal (dan bukan hanya morfologi eksternal) untuk memahami fungsi dari organisme. Proyek ini akan dilaksanakan oleh Daubeton dan Vicq d'Azyr dan mengarah pada sintesis besar Georges Cuvier. Selain itu, Buffon, curiga kausalitas akhir, cenderung untuk mengadopsi, murni morfologis cara mempertimbangkan terlepas dari peran. Jalan ini akan mengarah pada karya Goethe dan Geoffroy Saint-Étienne Hilaire.6

Namun, ide-ide Buffon tidak tanpa kontroversi. Secara khusus sengketa panjang dengan Thomas Jefferson dan sarjana Amerika lainnya harus yakin bahwa ia menang di Amerika keadaan evolusi tertunda bagi tanaman dan hewan ke India. Dia juga mengadakan korespondensi kontroversi penasaran dengan Tuhan Monboddo, yang, bertentangan dengan pendapat Buffon, menekankan kedekatan kekerabatan manusia dan kera.
Astronomi

Dalam Les époques de la nature (1778) studi Buffon asal tata surya menunjukkan bahwa planet-planet dapat terbentuk oleh tabrakan beruntun dari komet terhadap Matahari juga menyarankan bahwa umur bumi jauh lebih tinggi daripada tahun 6000 dicanangkan Gereja. Berdasarkan tingkat zat besi, memperkirakan usia Bumi setidaknya 50.000 tahun. Untuk pernyataan ini diadili oleh Gereja Katolik dan harus menarik kembali teorinya dalam volume kedua nya Histoire Naturelle. Dia melanjutkan penyelidikannya mengasah perhitungan dan tiba pada angka untuk usia Bumi dari 75.000 tahun, dan menerbitkan temuannya pada lansia dan tanpa takut Gereja. Masih Count de Buffon yang mengabulkan gugatan usia yang lebih tua berdasarkan pada catatan fosil tidak akurat.
Matematika

Dalam Buffon matematika dikenang karena teori probabilitas dan masalah klasik jarum Buffon. Ini adalah jarum pada kertas rilis yang garis paralel yang ditarik ditempatkan terpisah merata. Hal ini dapat menunjukkan bahwa jika jarak antara garis sama dengan panjang jarum, jarum probabilitas bahwa setiap persimpangan baris adalah 2 / \ pi.
Literatur

Tentang sastra Buffon menulis esai, Wacana pada gaya, terdiri untuk masuk ke Akademi Perancis, di mana dia terpilih tanpa mengajukan pencalonannya. Memuji kualitas intelektual gaya: Rencana Unit, jelas. Dia membedakan gaya, yang fasih dan bertujuan untuk mendorong gairah penulis yang pergi ke semangat, yang gaya harus "order dan gerakan dalam berpikir." Perintah prihatin atas semua dan selalu harus mengikuti rencana atau metode, bahkan tampaknya bahwa gerakan itu sendiri lahir dari pesanan, dan harus menghindari semua itu adalah pencarian atau kepura-puraan, memilih ekspresi lembut dan rasa dan membuang teknis, menyesuaikan diri dengan sifat materi nada. "Menulis dengan baik adalah baik untuk berpikir dengan baik, merasa baik dan mengekspresikan diri dengan baik, adalah untuk memiliki kedua kecerdasan, jiwa dan rasa." Hanya gaya kerja dapat menyelamatkan dari dilupakan, karena pengetahuan dan penemuan yang mudah diangkut: "Hal-hal yang keluar dari manusia, tapi gaya adalah manusia itu sendiri:. Gaya tidak bisa mencuri atau diangkut".
Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Popular Posts

Categories

Diberdayakan oleh Blogger.

Text Widget

Program C++ untuk gabungan dua himpunan, himpunan A dan Himpunan B.

Algoritma Program Gabungan Dua Himpunan, Himpunan A dan Himpunan B. Dengan Syarat Dalam Suatu Himpunan Tidak Boleh Ada Anggota yang Sama. ...

Followers

Total Tayangan Halaman

Cari Blog Ini

Bagaimana pendapat anda tentang blog ini?

Labels

BTemplates.com

Blogroll

Recent Posts

Brown Bow Tie

About

Copyright © PRMIESTI | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com